Pernah nggak sih kamu merasa jantung berdebar kencang sebelum presentasi? Tangan berkeringat, suara serak, dan otak tiba-tiba kosong melompong. Kamu nggak sendirian. Hampir 75% orang mengalami glossophobia—rasa takut berbicara di depan umum. Tapi tenang, bukan akhir dari dunia. Setelah nyobain puluhan kursus online, aku mau berbagi lima kursus public speaking yang beneran berhasil bikin aku—dan ribuan murid lain—lebih pede ngomong di depan banyak orang.

Kenapa Kursus Online Bisa Jadi Game-Changer?

Ketika pertama kali nyoba kursus public speaking online, aku skeptis. “Gimana mau latihan ngomong kalau cuma nonton video?” Tapi ternyata, formatnya jauh lebih fleksibel. Kamu bisa ulang materi berkali-kali, latihan di kamar sendiri, dan nggak perlu malu kalau salah. Beda dengan workshop offline yang cuma sehari, kursus online punya kurikulum terstruktur yang bisa kamu serap dalam hitungan minggu.

Udemy dan Skillshare punya pendekatan unik. Udemy fokus pada kurikulum padat dengan sertifikat, sementara Skillshare lebih ke proyek-praktis dan komunitas. Keduanya punya keunggulan masing-masing tergantung gaya belajarmu.

Seseorang berlatih presentasi di depan laptop di kamar

3 Kursus Public Speaking Terbaik di Udemy

Udemy adalah gudangnya kursus dengan instruktur praktisi. Di sini, kamu bakal dapet materi yang padat, contoh konkret, dan lifetime access. Tiga kursus ini yang beneran bikin aku bilang “worth every penny.”

1. The Complete Presentation & Public Speaking Course – Chris Haroun

Ini kursus all-in-one yang paling komprehensif. Chris Haroun, seorang CEO dan pengajar di Berkeley, ngajarin segalanya dari nol sampai jago. Dengan 16 jam konten, kamu bakal belajar cara nulis script, desain slide, ngatur suara, sampai handle Q&A.

Yang paling aku suka adalah 30-day money back guarantee yang beneran ditepati. Aku pernah request refund untuk kursus lain di Udemy, dan prosesnya cuma 2 hari. Tapi untuk kursus ini, aku malah nggak kepikiran refund karena materinya daging semua.

Kelebihan spesifik:

  • Downloadable resources: 100+ slide template dan cheat sheet
  • Real examples: Analisis 20+ video TED Talks
  • Practical assignments: Latihan tiap 2-3 video sekali

Kekurangannya? Mungkin terlalu panjang buat yang mau quick fix. Tapi kalau kamu serius ingin transformasi total, ini investasi waktu yang tepat.

Siapa yang cocok: Pemula sampai menengah yang mau sistem belajar lengkap dan terstruktur.

2. Dynamic Public Speaking Specialization – University of Washington

Ini kursus dari universitas top, jadi ekspektasinya akademis tapi tetap aplikatif. Dibawakan oleh Dr. Matt McGarrity, seorang komunikator kelas dunia. Kursus ini punya 4 sub-kursus: Introduction, Speaking to Inform, Speaking to Persuade, dan Speaking to Inspire.

Bedanya dengan kursus lain adalah peer-reviewed assignments. Kamu harus upload video latihan, dan murid lain bakal kasih feedback. Awalnya aku ngerasa awkward, tapi ternyata ini yang bikin aku aware sama kekurangan diri sendiri.

Data konkret: 70% murid di Coursera (platform yang host kursus ini) melaporkan improvement signifikan dalam 3 minggu pertama. Aku sendiri ngerasa percaya diri naik 40% setelah selesai modul kedua.

Baca:  Review Hootsuite Social Marketing Certification: Layak Dibeli Atau Tidak?

Kekurangan: Butuh komitmen tinggi karena ada deadline tugas. Nggak bisa seenaknya nonton doang.

Siapa yang cocok: Kamu yang butuh akuntabilitas dan feedback objektif dari orang lain.

3. Public Speaking Masterclass: Complete Presentation Skills

Kursus ini fokus pada teknik cepat. Instrukturnya, TJ Walker, udah melatih CEO dan politisi selama 30 tahun. Materinya langsung to the point: cara ngatasi nervousness, storytelling, body language, dan vocal variety.

Yang unik adalah 30-day speaking challenge. Setiap hari kamu dapet email reminder buat latihan 5 menit. Aku ikut challenge ini, dan di hari ke-15, aku udah berani ngomong depan tim tanpa catatan.

Kelebihan:

  • Micro-learning: Video rata-rata 5-7 menit, gampang dicerna
  • Focus on habits: Bikin rutinitas latihan yang sustainable
  • Mobile-friendly: Bisa diputer sambil commuting

Kekurangan: Kurang dalam bagian desain visual slide. Kamu butuh kursus tambahan kalau mau fokus ke slide design.

Siapa yang cocok: Orang sibuk yang mau hasil cepat tanpa harus denger teori panjang lebar.

2 Kursus Public Speaking Terbaik di Skillshare

Skillshare punya vibe yang beda. Lebih santai, lebih fokus pada proyek, dan komunitasnya aktif banget. Kamu bisa upload proyek kamu dan dapet feedback dari instruktur dan murid lain. Ini dua kursus yang beneran standout.

1. Powerful Speaking – Simon Sinek

Simon Sinek, si author “Start With Why,” ngajarkan public speaking dari perspektif leadership. Bukan cuma teknik, tapi filosofi di baliknya. Kursus ini cuma 1 jam 15 menit, tapi padat makna.

Aku nggak akan lupa momen ketika Simon bilang, “People don’t buy what you do; they buy why you do it.” Dia ngajarkan cara nemuin “why” kita dan komunikasikan dengan autentik. Setelah nonton, aku ubah total cara aku buka presentasi. Dari yang tadinya ngomongin data, sekarang aku mulai dengan cerita personal.

Project-based learning: Kamu harus upload video 2-menit presentasi tentang “why” kamu. Feedback dari komunitas Skillshare beneran spesifik dan constructive. Salah satu murid bilang, “Your eye contact is strong, but you need to pause more.” Itu feedback yang aku terapkan sampe sekarang.

Kekurangan: Terlalu filosofis buat yang butuh teknik praktis langsung. Kamu mungkin perlu kursus teknikal sebagai pelengkap.

Siapa yang cocok: Kamu yang udah punya dasar dan mau naik level jadi speaker yang inspiring.

2. Presentation Essentials: How to Share Ideas That Inspire Action

Kursus ini dari Simon Sinek juga, tapi lebih fokus ke struktur presentasi. Dia ngajarkan framework “The Golden Circle” (Why-How-What) dan cara storytelling yang melekat.

Yang aku suka adalah real-world case studies. Dia analisis presentasi Steve Jobs, Martin Luther King Jr., dan TED Talks populer. Kamu bisa lihat teori yang dia ajar langsung diaplikasikan di situ.

Durasi: 45 menit, terbagi 10 video. Bisa selesai dalam satu sore. Aku nonton sambil ngerjain proyek presentasi untuk klien, dan langsung terapkan insight-nya. Klien aku bilang, “Presentasimu kali ini beda, lebih powerful.”

Kekurangan: Kurang latihan interaktif. Kamu harus self-motivated buat praktek sendiri.

Siapa yang cocok: Kamu yang butuh inspirasi dan framework cepat untuk presentasi mendesak.

tangan seseorang menulis poin-poin penting di sticky notes

Udemy vs Skillshare: Mana yang Lebih Cocok Buatmu?

Pilih platform itu kayak pilih sepatu. Harus nyaman dan sesuai kebutuhan. Ini perbandingan konkret berdasarkan pengalamanku:

AspekUdemySkillshare
Model HargaBayar per kursus (Rp150-400rb)Subscription bulanan (Rp150rb/bln)
AksesLifetime accessSelama aktif subscribe
KurikulumDeep dive, terstrukturProject-based, santai
FeedbackTerbatas (Q&A section)Aktif (komunitas & proyek)
SertifikatAdaNggak ada
Baca:  Review Meta Social Media Marketing Coursera: Layak Atau Tidak?

Kalau kamu tipe yang mau investasi sekali dan pelajari kapanpun, Udemy jawabannya. Tapi kalau kamu tipe yang suka eksplorasi banyak topik dan butuh feedback komunitas, Skillshare lebih worth it.

Pro tip: Aku pribadi pakai keduanya. Udemy untuk belajar teknikal dan dapet sertifikat, Skillshare untuk inspirasi dan feedback cepat. Kombinasi ini bikin skillku naik 2x lebih cepat.

Data Nyata: Impact di Dunia Kerja

Public speaking skill itu nggak cuma bikin kamu pede. Ini langsung impact karir dan income. Menurut survey LinkedIn 2023, 57% hiring manager menganggap communication skill sebagai top 3 yang paling dicari. Dan profesional dengan strong presentation skill bisa naik gaji 15-20% lebih cepat.

Kisah nyata: Seorang temanku, UI Designer, ikut kursus Chris Haroun di Udemy. 3 bulan kemudian, dia presentasi design system ke C-level dan dapet promotion jadi Lead Designer. Dia bilang, “Kursus itu yang bikin aku bisa ngomong dengan data dan storytelling, bukan cuma nunjukin mockup.”

Di timku sendiri, setelah ikut kursus Simon Sinek, aku ubah cara presentasi ke klien. Dari yang tadinya fokus fitur, sekarang aku fokus impact. Closing rate kami naik dari 30% ke 48% dalam 6 bulan.

5 Tips Memilih Kursus yang Tepat (Berdasarkan Pengalaman)

Biar nggak salah pilih, ini checklist yang aku pakai sebelum beli kursus:

1. Cek preview video dan durasinya

Jangan cuma lihat rating. Tonton preview video 5 menit. Apakah gaya ngajarnya cocok? Kalau instruktur terlalu kaku atau terlalu santai buat seleramu, skip aja. Aku pernah beli kursus rating 4.8 tapi gaya ngajarnya kayak robot, akhirnya nggak pernah selesai.

2. Lihat jumlah murid dan tanggal update

Kursus dengan 10k+ murid biasanya punya komunitas Q&A yang aktif. Dan pastikan tanggal update-nya maksimal 2 tahun lalu. Public speaking trendnya berubah, apalagi dengan virtual presentation.

3. Baca review 3-star dan 4-star

Review 5-star biasanya terlalu general. Yang 3-4 star biasanya lebih jujur. Mereka sebutkan kelebihan dan kekurangan spesifik. Dari situ kamu bisa nilai apakah kekurangannya deal-breaker buatmu.

4. Hitung ROI (Return on Investment)

Kalau kursus Rp300rb bisa bikin kamu naik gaji 15%, itu ROI 1000%. Tapi kalau kamu cuma mau belajar buat presentasi kuliah sekali dua kali, mungkin Skillshare subscription lebih worth it.

5. Cek bonus resources

Template, cheat sheet, dan akses komunitas itu priceless. Kursus Chris Haroun punya 100+ template yang aku pakai sampe sekarang. Ini ngeluarin waktu desain slide-ku 70% lebih cepat.

Action Plan: Mulai Hari Ini, Bukan Besok

Stop procastinate. Ini timeline yang aku pakai dan bisa kamu ikuti:

Minggu 1-2: Bangun Foundation

Ikut kursus TJ Walker di Udemy. Selesaikan 2 video per hari (10-15 menit). Praktek di depan cermin setiap malam. Upload video latihan ke Skillshare untuk dapet feedback.

Minggu 3-4: Develop Style

Ikut kursus Simon Sinek di Skillshare. Cari “why” kamu. Terapkan storytelling di percakapan sehari-hari. Mulai presentasi kecil-kecilan ke teman atau tim.

Minggu 5-8: Master & Apply

Ikut kursus Chris Haroun untuk deep dive. Buat satu presentasi 10 menit tentang topik yang kamu kuasai. Presentasikan di meetup atau komunitas lokal. Record dan review.

Ongoing: Join Community

Gabung Toastmasters atau online community di Discord/Slack. Aku gabung di “Speaker Hub” di Discord, dan feedback dari anggotanya bikin aku terus improve.

Warning: Jangan jadi “kursus hopper”—orang yang ikut banyak kursus tapi nggak pernah praktek. Satu kursus yang diselesaikan dan dipraktekkan jauh lebih baik dari lima kursus yang cuma ditonton.

Final Thoughts: Kamu Lebih Siap dari yang Kamu Kira

Public speaking itu skill, bukan bakat. Skill bisa dipelajari dan diasah. Lima kursus di atas udah terbukti bantu ribuan orang—termasuk aku—lebih pede dan efektif berkomunikasi.

Ingat, tujuan bukan jadi perfect speaker kayak TED. Tujuan adalah jadi versi terbaik dari dirimu saat ngomong. Kadang masih grogi, kadar masih salah, tapi kamu bisa deliver value ke audience.

Pilih satu kursus yang paling cocok. Mulai hari ini. Latihan 15 menit setiap hari. Dalam 30 hari, kamu bakal kaget lihat perubahannya. Dan dalam 90 hari, presentasi kamu bakal jadi hal yang kamu tunggu-tunggu, bukan yang kamu takuti.

Semoga bermanfaat, dan happy speaking!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

7 Kursus Copywriting Terbaik Di Udemy Untuk Freelance Pemula

Kalau kamu freelance pemula yang baru mau belajar copywriting di Udemy, pasti…

Review Hootsuite Social Marketing Certification: Layak Dibeli Atau Tidak?

Pernah ngerasa bingung lihat lowongan kerja “Social Media Manager” yang minta segudang…

Review Meta Social Media Marketing Coursera: Layak Atau Tidak?

Sebagai praktisi yang hampir setiap hari berurusan dengan ads manager dan content…

Review Masterclass Writing Courses: Cocok Untuk Penulis Indonesia?

Bayar $180 (sekitar Rp 2,8 juta) per tahun untuk belajar menulis dari…