Pernah nggak sih, niat banget belajar desain grafis tapi stuck di tengah jalan? Udah beli kursus, tapi pas ditanya ke mentor… cricket sounds. Gue paham banget perasaan itu. Ketakutan investasi waktu dan uang tinggal jadi cerita sedih. Nah, gue coba Sekolah Desain selama 3 bulan terakhir, dari nol lho, cuma buat jawab satu pertanyaan utama: mentornya beneran fast respon atau cuma iklan aja?

Kesan Pertama: Janji Manis di Landing Page

Pertama kali buka website Sekolah Desain, gue langsung disambut kalimat “Belajar Desain Grafis dari Nol Jadi Ahli”. Klise, tapi harga promo Rp 299.000 cukup menggoda. Mereka klaim punya 100+ mentor aktif dan janji respons maksimal 24 jam. Gue sempat skeptis. 24 jam itu lama kalo lagi buntu deadline tugas, kan?

Pendaftarannya gampang, akses langsung masuk dashboard. Tapi yang bikin gue lega, mereka nggak cuma kasih video doang. Ada Discord community eksklusif. Ini kunci utama yang bakal gue bahas terus.

Pengalaman Belajar dari Nol: Apa yang Didapat?

Gue masuk sebagai absolute beginner. Photoshop? Belum pernah save file. Canva? Cuma buat edit story Instagram. Modul di Sekolah Desain terstruktur jadi 6 level utama:

  • Level 1: Dasar Desain & Psikologi Warna (12 video, total 90 menit)
  • Level 2: Teknik Editing Foto (15 video, praktik langsung)
  • Level 3: Desain untuk Sosmed & Iklan (10 video + brief kompetisi)
  • Level 4: Logo & Branding (8 video, case study lokal)
  • Level 5: UI/UX Dasar (Figma, 10 video)
  • Level 6: Portofolio & Jualan Jasa (bonus, 5 video)

Tiap video panjangnya cuma 5-15 menit. Nggak bikin ngantuk. Tapi yang paling berharga: ada brief harian. Misalnya, “Redesain poster warung kopi lokal”. Ini paksa kita praktik, bukan cuma nonton.

Tantangan Nyata: Tugas dan Deadlinenya

Setiap level punya 3-5 tugas wajib. Kalo nggak dikerjain, nggak bisa ke level selanjutnya. Ini bagus buat disiplin. Tapi gue sempat stuck 4 hari di Level 2 gara-gara nggak paham layer masking. Di sinilah ujian mentor dimulai.

Baca:  Review Hootsuite Social Marketing Certification: Layak Dibeli Atau Tidak?

Uji Nyata: Fast Respon atau Fast Ignored?

Oke, ini bagian yang paling dinanti. Gue tes mentor di berbagai waktu: pagi, siang, malem, bahkan weekend.

Hasil Uji Coba Respons Mentor

  • Hari kerja (Senin-Jumat, 09.00-17.00): Rata-rata 1-3 jam. Pernah gue tanya jam 10 pagi, dijawab jam 11.30.
  • Malam hari (19.00-23.00): Bisa 4-8 jam. Tapi masih dalam 24 jam janji.
  • Weekend: Ini yang tricky. Respons bisa 12-24 jam. Tapi ada Mentor On Duty yang shift Sabtu-Minggu.

Cara tanya juga beda hasilnya. Kalo cuma post “Gan, kok error ya?” di channel umum, bisa aja tenggelam. Tapi kalo pakai format @MentorOnDuty + screenshot error + penjelasan detail, responsnya cepet banget.

Pro-tip: Jangan malu tag mentor. Mereka disitu buat dibayar jawab pertanyaan. Gue pernah dijawab sama mentor yang lagi ngopi di kafe, lengkap dengan screenshot step-by-step. Itu sih yang bikin beda.

Kualitas Jawaban: Nggak Cuma “Coba Restart Aja”

Mentor di sini nggak asal jawab. Mereka minta file PSD-nya, cek layer, terus kasih solusi spesifik. Ada yang sampe bikin video screen record 2 menit cuma buat tunjukin cara benarin. Ini yang bikin gue appreciate.

Tapi ya, kualitas mentor variabel. Ada mentor senior yang jawabannya lengkap dan pedagogis. Ada mentor junior yang jawabannya singkat, kadang malah bingungin. Gue pernah dapat jawaban yang ternyata nggak solve problem, tapi untungnya mentor lain nolongin.

Materi dan Metode: Relevan untuk Kerjaan?

Kontennya 80% relevan sama kebutuhan industri lokal. Mereka pakai case study brand Indonesia kayak Indomie, Gojek, bahkan UMKM tetangga. Tapi ada 20% materi yang outdated, terutama di bagi design trend 2024. Gue bandingin sama referensi di Behance, ada yang kurang update.

Update terakhir: Modul UI/UX diupdate Januari 2024. Modul dasar desain masih pakai video 2022. Nggak fatal, tapi ya… bisa lebih fresh.

Apa yang Kurang?

  • AI Integration: Nggak ada modul khusus tentang pakai Midjourney atau AI tools di workflow. Padahal ini udah jadi standar.
  • Live Session: Cuma ada 1x sebulan, dan itu bukan deep-dive. Lebih ke sharing pengalaman mentor.
  • Portofolio Review: Ada, tapi antriannya panjang. Gue daftar review, dapet giliran 2 minggu kemudian.

Bandingkan: Sekolah Desain vs Alternatif

Biar adil, gue bikin tabel perbandingan berdasarkan pengalaman gue dan temen-temen yang ambil kursus lain.

AspekSekolah DesainKelas.workUdemy (Kursus Populer)YouTube Gratis
HargaRp 299k-499k (promo)Rp 500k-2 jutaRp 150k-400kGratis
Respons Mentor1-24 jam (Discord)12-48 jam (Email/Chat)Tidak ada/Tergantung instrukturTidak ada
Update MateriSesekali (2-3x/tahun)Rutin (tiap bulan)Jarang/tidak pernahBebas, tapi acak
KomunitasAktif (5k+ member)Exclusive tapi kecilTergantung kursusTidak ada
SertifikatAda (digital)Ada (digital + portofolio review)Ada (digital)Tidak ada
Baca:  5 Kursus Online Termurah Untuk Belajar Ui/Ux Dari Nol (Update 2025)

Kesimpulan sementara: Sekolah Desain menang di harga dan kecepatan respons, tapi kalah di kedalaman update materi sama personal touch.

Kelebihan vs Kekurangan: Jujur dari Gue

Kelebihan yang Bikin Gue Tetap Disini

  • Harga Terjangkau: Bayar sekali, akses seumur hidup. Gue udah 3 bulan, masih bisa akses modul baru.
  • Komunitas Discord: Ini hartanya. Bukan cuma mentor, tapi temen sekelas juga banyak yang jago. Mereka sering jawab lebih cepet dari mentor.
  • Struktur Jelas: Nggak bingung mau mulai dari mana. Level 1-6 itu beneran step-by-step.
  • Challenge Mingguan: Ada desain challenge dengan hadiah uang tunai Rp 500k. Ini motivasi ekstra.

Kekurangan yang Perlu Lo Tahu

  • Kualitas Mentor Nggak Konsisten: Kayak gue bilang, ada yang super helpful, ada yang asal-asalan.
  • Materi Kadang Ketinggalan Zaman: Trend desain berubah cepet, mereka agak lambat update.
  • Discord Bisa Overwhelming: 100+ pesan per jam di channel umum. Kalo nggak aktif, tanya lo bisa tenggelam.
  • Portofolio Review Lama: Antrian panjang, mentor terbatas. Gue sarankan sih peer review aja dulu di Discord.

Kesimpulan: Buat Siapa Sih Ini?

Setelah 3 bulan nyobain, gue bisa kasih rekomendasi spesifik. Sekolah Desain itu bukan untuk semua orang.

Rekomendasi Gue: Ambil kursus ini KALO lo adalah pemula absolut yang butuh temen belajar, butuh jawaban cepat (meski nggak instan), dan budget terbatas. Tapi KALO lo udah intermediate atau butuh materi super cutting-edge, cari alternatif lain.

Skor Akhir (Scale 1-10)

  • Kualitas Materi: 7/10 (relevan tapi butuh update)
  • Kecepatan Mentor: 7.5/10 (fast enough, tapi nggak 24/7)
  • Komunitas: 9/10 (ini yang bikin beda)
  • Value for Money: 8.5/10 (murah tapi nggak murahan)
  • Overall Experience: 8/10

Jadi, fast respon? Ya, tapi dengan catatan. Bukan super instant kayak chatbot, tapi jauh lebih baik dari kursus yang cuma kirim email dan nunggu 3 hari.

Tips Tambahan: Biar Nggak Nyesel Daftar

Kalo lo udah mantap mau coba, gue kasih beberapan tips biar manfaatnya maksimal:

  1. Aktif di Discord: Jangan cuma pasang tanya. Ikut diskusi, jawab pertanyaan temen yang lo bisa. Ini bikin lo dihargai komunitas.
  2. Pakai Format Tanya yang Jelas: Screenshot + deskripsi error + apa yang udah lo coba. Ini percepat respons 50%.
  3. Manfaatin Mentor On Duty: Cek jadwal siapa yang on duty hari itu. Tag mereka langsung.
  4. Jangan Skip Crash Test: Ini simulasi proyek nyata. Meskipkin nggak wajib, ini yang bikin skill lo naik level.
  5. Join Challenge: Meskipun nggak menang, feedback dari mentor di challenge itu lebih detail daripada yang biasa.

Akhir kata, belajar desain itu kayak naik sepeda. Kursus cuma ngasih sepedanya, komunitas ngasih peta, tapi yang ngayuh tetep lo sendiri. Sekolah Desain cukup ngasih sepeda yang layak dan peta yang jelas. Sisanya, tergantung seberapa sering lo tanya dan latihan.

Semoga review ini bantu lo ambil keputusan. Kalau ada pertanyaan spesifik, gue standby di Discord. Cari aja username @desainerbaper. Happy designing!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

10 Kursus Digital Marketing Terbaik Di Coursera (Update 2025)

Bingung mau mulai belajar digital marketing dari mana? Udah buka tab Coursera…

5 Kursus Online Termurah Untuk Belajar Ui/Ux Dari Nol (Update 2025)

Belajar UI/UX itu nggak harus bikin kantong bolong. Gue tau banget rasanya—pengen…

Kursus Bahasa Inggris Online Terbaik (Coursera, Udemy, Ef): Mana Yang Paling Efektif?

Pernah nggak sih, kamu buka Coursera, Udemy, dan EF dalam satu malam,…

5 Kursus Public Speaking Terbaik Di Udemy & Skillshare

Pernah nggak sih kamu merasa jantung berdebar kencang sebelum presentasi? Tangan berkeringat,…