Pernah nggak sih kalian lihat iklan Codecademy Pro terus mikir, “Ini beneran bikin jago coding cepat atau cuma gimmick marketing?” Pertanyaan itu wajar. Bahkan aku yang udah ngajar coding selama 5 tahun juga penasaran. Akhirnya, setelah nyobain Pro selama 4 bulan, ini review jujur tanpa filter.
Kesan pertama? Interface-nya memang beda. Nggak ada lagi iklan mengganggu di sela-sela lesson. Tapi yang paling kentara: Career Path. Ini bukan sekadar kumpulan kursus random. Ini seperti punya personal roadmap yang udah dihitung durasi dan urutannya. Kamu nggak perlu bingung, “belajar apa dulu?”
Pertama Kali Nyobain Pro, Ini yang Dirasakan
Aku coba Full-Stack Engineer Path. Di dalamnya udah diatur rapi: mulai dari HTML/CSS dasar, JavaScript, Node.js, sampai ke PostgreSQL. Semua terhubung. Progress bar-nya jelas nunjukin “kamu di sini, tinggal 40% lagi”. Ini bikin adiktif sekaligus accountable.
Yang paling aku suka: project portfolio-nya real-world banget. Misalnya, di module back-end, kamu disuruh buat REST API untuk e-commerce mini. Bukan cuma “buat todo list” yang generic. Ini portofolio yang bisa langsung dipamerin ke recruiter.
Apa Sih yang Beneran Beda dari Versi Free?
Banyak yang tanya, “Free-nya aja kan udah cukup?” Iya, tapi cuma untuk cicip. Free version itu seperti demo game: kamu bisa main level 1-3, tapi boss fight-nya di Pro. Beda paling signifikan ada tiga hal.
Pertama, Project Review. Setelah selesai project, kamu submit dan dalam 1-3 hari kerja, dapat feedback dari expert. Feedback-nya spesifik: “Di line 47, fungsi ini bisa lebih efisien pakai arrow function,” bukan cuma “Good job!” Ini priceless buat pemula yang nggak tahu code-nya udah bagus atau belum.
Kedua, Code Challenges yang lebih kompleks. Setiap selesai satu module, ada tantangan waktu 30 menit untuk solve problem nyata. Ini simulasi technical test yang dipakai perusahaan seperti HackerRank. Aku pernah dapet soal algoritma sorting yang mirip sama test apply kerja dulu.
Ketiga, Mobile App. Bisa belajar sambil nunggu kopi di aplikasi iOS/Android. Progress sinkron real-time. Ini kecil tapi penting buat yang sibuk.
Data Nyata: Berapa Banyak Konten yang Dibuka?
Codecademy Pro menawarkan lebih dari 70 kursus eksklusif. Career Path-nya ada 12 pilihan, dari Data Scientist sampai iOS Developer. Rata-rata durasi satu path? Sekitar 30-35 minggu kalau belajar 5 jam per minggu. Realistis.
Harganya? $19.99/bulan kalau bayar tahunan, atau $39.99/bulan kalau bulanan. Setara Rp 300-600 ribuan per bulan tergantung kurs. Mahal? Kalau dibanding Netflix, iya. Tapi kalau dibanding bootcamp Rp 20 juta? Murah banget.
Kekurangan yang Nggak Bisa Ditutupi
Tapi jujur, Pro bukan sempurna. Yang paling mengganjal: video content-nya minim. Mayoritas materi masih teks dan interactive exercise. Kalau kamu tipe yang belajar lewat video, ini bakal kesulitan. Aku harus nyari penjelasan tambahan di YouTube untuk konsep async/await yang rumit.
Terus, ada rasa “hand-holding” yang terlalu kuat. Codecademy terkenal dengan hint system-nya yang cukup agresif. Kadang kamu nggak sempet berpikir keras karena hint-nya langsung kasih setengah jawaban. Ini kontradiksi dengan goal “belajar cepat”.
Warning: Kalau kamu tipe yang butuh struggle sendiri untuk paham konsep, hint system di sini bisa jadi double-edged sword. Bisa mempercepat, tapi juga bisa bikin kamu malas mikir.
Bandungkan dengan Alternatif Lain
Biar nggak bias, aku bandingkan dengan platform lain yang pernah aku coba selama 4 bulan ini.
vs freeCodeCamp: Gratis, project-based, tapi nggak ada structured path sejelas Codecademy. freeCodeCamp lebih “brutal” – kamu disuruh baca docs sendiri. Cocok untuk yang udah punya basic dan mau latihan algoritma intensif.
vs Udemy: Udemy punya satu kursus spesifik yang dalam, tapi kamu harus pilih sendiri. Kalau salah pilih instructor, rugi. Codecademy Pro lebih aman karena quality control-nya konsisten. Semua materi di-review internal.
vs Coursera: Coursera punya akreditasi universitas, tapi lebih teori. Codecademy lebih hands-on. Tergantung goal kamu: sertifikat atau skill praktis?
| Fitur | Codecademy Pro | freeCodeCamp | Udemy |
|---|---|---|---|
| Harga | $19.99-$39.99/bulan | Gratis | $10-$200 sekali bayar |
| Project Review | ✅ Ya (1-3 hari) | ❌ Tidak | ❌ Tidak |
| Video Content | ⚠️ Minimal | ⚠️ Minimal | ✅ Banyak (tergantung instruktur) |
| Structured Path | ✅ Sangat Rapi | ⚠️ Cukup Rapi | ❌ Tergantung Instruktur |
| Mobile App | ✅ Ada | ❌ Tidak | ✅ Ada |
Kapan Codecademy Pro Worth It?
Setelah 4 bulan, ini kesimpulanku yang sangat spesifik:
Worth it kalau:
- Kamu pemula total yang butuh guidance jelas dan nggak mau ribet cari resource
- Punya goal spesifik (ganti karir jadi developer dalam 6-12 bulan)
- Butuh accountability via progress tracking dan deadline implicit
- Ingin portofolio project yang di-review expert sebelum apply kerja
Nggak worth it kalau:
- Kamu udah punya basic dan mampu belajar dari dokumentasi resmi
- Budget terbatas – freeCodeCamp + YouTube lebih cukup
- Tipe visual learner yang butuh banyak video penjelasan
- Mau belajar teknologi super niche seperti Rust atau WebAssembly (Codecademy fokus ke mainstream)

Tips Nyaman Belajar di Codecademy Pro
Kalau memutuskan coba, ini tips dari aku yang sudah trial and error:
1. Matikan hint system untuk challenge. Force yourself to struggle dulu 15 menit sebelum buka hint. Ini bakal boost retensi pengetahuan jangka panjang. Caranya: klik “View Solution” jangan dibuka, coba debug sendiri.
2. Jangan skip written lesson. Meskipun teks, ada konsep penting yang nggak ada di exercise. Aku pernah skip, akhirnya mesti balik lagi karena nggak paham context-nya.
3. Submit project begitu selesai. Jangan tunggu perfect. Feedback dari expert itu lebih valuable daripada kamu nge-debug sendiri berjam-jam. Mereka sudah lihat ratusan project serupa.
4. Gabung Discord community. Codecademy punya server Discord yang aktif banget. Bisa tanya-tanya sama learner lain. Ini bikin nggak sendirian dan kadang dapat info lowongan kerja juga.
Kesimpulan Pribadi: Hype atau Beneran?
Jujur, ini bukan hype. Tapi juga bukan magic pill yang bikin kamu jago coding dalam semalam. Codecademy Pro adalah alat yang sangat efektif kalau kamu pakai dengan cara yang tepat.
4 bulan cukup buat aku selesaikan Full-Stack Path dan bangun 3 project portofolio. Tapi itu karena aku konsisten 1 jam per hari. Tanpa consistency, platform apapun nggak bakal berguna.
Bayaran $20/bulan itu setara 4-5 kali makan luar. Kalau kamu serius mau investasi di skill coding, ini harga yang masuk akal untuk struktur dan feedback yang didapat. Tapi kalau kamu tipe yang bisa disiplin belajar gratis, freeCodeCamp + YouTube + GitHub tetap rute yang valid.
Codecademy Pro itu bayar untuk convenience dan speed, bukan untuk exclusivity. Kamu masih yang nyetir. Pilihannya sekarang di tanganmu.




