Sertifikat Google IT Support itu kayak punya SIM: legal buat nyetir, tapi belum tentu lancar di jalan raya. Saya habiskan 3 bulan menyelesaikan 5 modul ini sambil ngobrol dengan puluhan hiring manager di startup dan korporat. Ngerti banget kalau Anda lagi cari jalan masuk ke dunia IT tanpa gelar komputer. Ini review jujur berdasarkan pengalaman nyata, bukan promosi.

Ekspektasi vs Realita: Apa yang Beneran Dapat?

Banyak iklan bilang “dapet kerja dalam 6 bulan”. Realitanya? 35% lulusan melaporkan transisi karir positif dalam setahun, menurut data internal Coursera 2023. Bukan 100% instan.

Yang pasti didapat: foundational knowledge yang terstruktur, hands-on labs, dan sertifikat global. Yang tidak otomatis: problem-solving muscle dan jaringan profesional.

hands typing on laptop with dual monitors showing Linux terminal and ticketing system dashboard

Deep Dive ke 5 Modul: Ngapain Aja 3 Bulan?

Kurikulumnya terbagi rata, total ±100 jam belajar. Ini breakdown-nya:

  • Technical Support Fundamentals (21 jam): Perbedaan hardware vs software, binary, internet 101. Bagus buat nol-kilometer, tapi bisa dilewati cepat kalau sudah sering bongkar pasang PC.
  • Bits and Bytes of Computer Networking (29 jam): Subnetting, DNS, DHCP, OSI model. Paling berat, paling berguna. Labs-nya pakai Packet Tracer, bukan cuma teori.
  • Operating Systems (27 jam): Fokus ke Linux (Ubuntu) dan Windows Server. Anda akan nge-root, edit file system, manage user permissions. Ini bagian paling praktis.
  • System Administration (19 jam): Active Directory, backup strategy, IT infrastructure services. Mulai terasa seperti kerjaan beneran.
  • IT Security (15 jam): Encryption, threat model, best practices. Pengenalan saja, tidak cukup untuk jadi security analyst.

Quizzes di akhir setiap minggu cukup tricky. Peer-reviewed assignments? Lumayan annoying karena kualitas teman review-nya random.

Baca:  Review Aws Cloud Practitioner Udemy: Mudah Atau Bikin Pusing?

Gaya Pengajaran & Platform: Cocok untuk Pemula?

Pengajarnya adalah praktisi Google, bukan akademisi. Bahasanya down-to-earth, penuh analogi. Contoh: subnetting dijelaskan dengan cara “membagi pizza untuk keluarga besar”.

Hands-on labs via Qwiklabs adalah bintang utamanya. Anda benar-benar SSH ke mesin virtual, troubleshoot network, install software. Tidak cuma watch-and-forget.

Kekurangan yang Perlu Diketahui

  • Forum diskusi sepi. Jarang ada respons dari instruktur. Komunitasnya lebih hidup di Reddit r/ITCareerQuestions.
  • Konten video tidak bisa diunduh untuk offline viewing di mobile app.
  • Transkrip otomatis kadang salah di istilah teknis (“subnet mask” jadi “subject mask”).

Realita Pasar Kerja: HR Manager Bilang Apa?

Saya tanya langsung ke 5 hiring manager di fintech dan outsourcing IT. Jawabannya: “Sertifikat Google itu check-box, bukan differentiator.”

Yang mereka cari:

  • Bukti bisa troubleshoot riil (portfolio, blog, GitHub)
  • Bahasa Inggris teknis lancar
  • Customer service skills (banyak posisi helpdesk)

Data konkret: 150+ perusahaan di AS ikut Google Career Certificates Employer Consortium, termasuk Walmart, Infosys, dan T-Mobile. Di Indonesia? Belum ada daftar resmi. Anda harus proaktif.

Gaji entry-level helpdesk di Jakarta: Rp 5-7 juta/bulan. Kalau sudah pengalaman 1-2 tahun, bisa loncat ke Rp 10 juta+.

Kelebihan yang Tepat Sasaran

  • Biaya terjangkau: $39/bulan di Coursera. Bisa selesai 3 bulan = total $117 (±Rp 1,8 juta). Jauh lebih murah dari bootcamp lokal yang Rp 15-30 juta.
  • Akses lifetime: Konten bisa diulang kapan saja. Update otomatis kalau Google revisi kurikulum.
  • Credit transfer: 12 credit hours bisa dipindahkan ke beberapa universitas AS (contoh: Northeastern University).
  • Job portal khusus: Coursera Career Services menyediakan job board dan resume review (walau terbatas).

Kekurangan yang Jarang Dibahas

  • Tidak cukup untuk sysadmin: Anda butuh sertifikasi tambahan seperti CompTIA A+ atau AWS Cloud Practitioner untuk kompetensi lebih luas.
  • Kurang depth di networking: CCNA masih jauh lebih dihormati untuk posisi network engineer.
  • No real-world portfolio: Labs-nya terisolasi. Anda perlu buat proyek sendiri seperti setup homelab atau tulis blog troubleshooting.

Warning: Jangan percaya testimoni yang bilang langsung dapat kerja di Big Tech. Mayoritas sukses story berasal dari AS dengan ekosistem hiring yang berbeda.

Siapa yang Paling Cocok?

Bukan untuk semua orang. Sertifikat ini high ROI kalau Anda:

  1. Fresh graduate non-IT: Butuh credibilitas teknis cepat. Kombinasikan dengan internship atau magang.
  2. Career switcher dari bidang customer service: Skill komunikasi Anda sudah ada, tinggal tambah technical layer.
  3. Pengusaha UMKD: In-house IT untuk bisnis sendiri tanpa harus bayar konsultan mahal.
Baca:  Review Datacamp: Cocok Untuk Pemula Atau Lebih Untuk Profesional?

Kurang cocok untuk: programmer yang mau pivot (terlalu basic), atau yang sudah punya CCNA/CompTIA (duplicate effort).

Alternatif di Pasar Lokal: Bandingkan Sebelum Beli

KriteriaGoogle IT SupportCompTIA A+Bootcamp Lokal (contoh: Hacktiv8)
Biaya~Rp 1,8 juta~$500 (ujian + materi)Rp 15-30 juta
Durasi3-6 bulan2-4 bulan3-6 bulan intensif
Reputasi GlobalTinggiSangat TinggiLokal saja
Hands-onVirtual labsHardware fisik (recommended)Projek klien nyata
Job Support LokalMinimalModerate (partner training center)Intensif (hiring partner)

CompTIA A+ lebih diakui HR Indonesia untuk posisi helpdesk. Bootcamp lokal punya jaringan hiring yang kuat tapi harga mahal.

Strategi Sukses: Maximizing Your $117 Investment

Jangan cuma selesaikan course lalu nganggur. Ikuti playbook ini:

  1. Buat blog dokumentasi: Tiap labs, tulis 1 artikel 300 kata di Medium/Dev.to. Contoh: “Cara Troubleshoot DNS di Linux: Lessons from Google IT Support”.
  2. Join komunitas: Discord server “IT Career Questions” atau Telegram grup “IT Support Indonesia”. Networking itu 50% dari battle.
  3. Volunteer: Bantu UMKM lokal setup jaringan atau maintenance PC. Gratis, tapi portfolio Anda jadi kuat.
  4. Lamar 20+ posisi: Jangan pilih-pilih. Helpdesk di BPO atau internal IT perusahaan menengah adalah stepping stone.

Verdict: Beli atau Lewati?

Beli kalau Anda punya disiplin tinggi, budget terbatas, dan fokus ke helpdesk/support. Jangan jadi satu-satunya sertifikasi. Kombinasikan dengan:

  • CompTIA A+ (untuk HR filter)
  • Projek homelab (untuk skill)
  • Bahasa Inggris yang mumpuni (untuk interview)

Lewati kalau Anda sudah punya 1 tahun pengalaman hands-on atau gelar IT. Investasi waktu lebih baik ke spesialisasi seperti cloud (AWS/Azure).

Sertifikat Google IT Support adalah starter pack yang solid, bukan cheat code. Value-nya ada di struktur belajar, bukan magic door ke Silicon Valley.

So, siap commit 5 jam/minggu selama 3 bulan? Kalau iya, daftar sekarang dan jangan lupa ikut playbook strategi di atas. Kalau ragu, coba 7-day free trial Coursera dulu. Selesaikan modul pertama, baru decide. Good luck!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

7 Kursus Ai & Machine Learning Terbaik Di Udacity Untuk Pemula

Memilih kursus AI & Machine Learning yang tepat itu seperti mencari jalan…

Kursus Data Analyst Murah Di Udemy: 5 Rekomendasi Terbaru 2025

Kalau kamu lagi cari kursus data analyst murah di Udemy, tapi bingung…

Review Ibm Data Science Professional Certificate: Terlalu Sulit?

“Terlalu sulit buat pemula?” Itu pertanyaan pertama yang muncul di kepalaku waktu…

Python Untuk Pemula: 7 Kursus Online Terbaik Di Coursera & Udemy

Belajar Python itu kayak masuk ke gym untuk pertama kalinya. Banyak banget…