Bayar $180 (sekitar Rp 2,8 juta) per tahun untuk belajar menulis dari Stephen King atau Margaret Atwood? Pertanyaan ini bikin banyak penulis Indonesia, termasuk saya, mikir ulang. Apa iya investasi sebesar itu relevan dengan pasar lokal kita?

Setelah nyoba habis-habisan dan diskusi dengan puluhan murid saya, jawabannya: itu tergantung ekspektasi dan posisi karirmu saat ini. MasterClass punya keajaiban tersendiri, tapi juga lubang hitam yang perlu kamu sadari sebelum swipe kartu.

Apa Sih MasterClass Itu? (Dan Kenapa Bikin Ngiler)

MasterClass itu platform kursus online yang ngajak kamu belajar dari orang paling top di bidangnya. Untuk kategori menulis, mereka punya lineup menggila: Stephen King, Margaret Atwood, Neil Gaiman, Walter Mosley, dan David Baldacci. Semua paket lengkap dalam satu langganan tahunan.

Konsepnya bukan tutorial teknis, tapi mentorship virtual. Kamu dengerin mereka bercerita tentang proses kreatif, kegagalan, dan filosofi menulis. Video produksi Hollywood-level, workbook PDF, dan ada fitur komunitas (yang sayangnya sepi).

MasterClass itu seperti duduk di sofa samping legenda sambil dengerin curhat mereka. Bukan kursus menulis biasa yang kasih PR dan koreksi naskah.

Masuk ke Kelas: Pengalaman Belajar Langsung

Saya habiskan 3 bulan nonton semua kelas menulis. Setiap kelas rata-rata 20-30 video, durasi 10-15 menit per video. Bisa di-download untuk offline, subtitle Inggris otomatis (tapi tidak ada subtitle Indonesia, ini poin penting!).

Stephen King: On Writing

King ngajari tentang disiplin dan kejujuran. Dia bilang, “Ide datang dari pertanyaan ‘what if’ yang diajukan pada situasi biasa.” Contoh konkret: dia cerita ide novel Carrie muncul dari bayangkan cewek dikucilkan di sekolah punya telekinesis.

Yang bikin saya tercengang: King ngajari struktur plot dengan ngasih lihat manuskrip asli The Stand yang penuh coretan. Beneran transparan. Tapi dia tidak ajar teknik grammar atau style guide. Kamu harus sudah punya dasar menulis Inggris yang kuat.

Margaret Atwood: Creative Writing

Atwood fokus pada character-driven story dan worldbuilding. Teknik “what does your character want vs what do they need?” dia jelaskan dengan analisis mendalam novel The Handmaid’s Tale. Workbook-nya paling tebal di antara semua kelas, ada exercise konkret kayak “write a scene where your character is lying.”

Baca:  7 Kursus Copywriting Terbaik Di Udemy Untuk Freelance Pemula

Tapi peringatan: Atwood banyak bercerita tentang prosesnya yang sangat literary. Kalau kamu penulis komersial atau genre fiksi populer di Indonesia (misal: teenlit, metropop), mungkin akan merasa terlalu berat.

Neil Gaiman: The Art of Storytelling

Ini favorit saya. Gaiman punya kemampuan luar biasa menjelaskan abstrak dengan sederhana. Dia ngajari teknik “composting ideas”: kumpulkan ide-ide kecil dalam jurnal, biarkan membusuk, lalu gunakan sebagai pupuk cerita.

Contoh konkret: dia tunjukkan cara mengembangkan ide dari mimpi buruk yang dialaminya menjadi short story. Sangat praktis untuk penulis yang sering stuck. Sayangnya, Gaiman tidak banyak bahas editing dan revisi—fase paling menyakitkan.

Kelebihan Nyata yang Saya Temukan

1. Akses ke Proses Mental Legenda

Kamu tidak hanya belajar teknik, tapi mindset. King bilang dia nulis 2000 kata per hari, 365 hari. Atwood punya ritual menulis khusus sebelum sarapan. Detail-detail ini tidak ada di buku atau blog.

2. Produksi Visual Menginspirasi

Setiap video syuting di rumah atau kantor mereka. Lihat rak buku King penuh novel, meja kerja Atwood yang minimalis, kucing Gaiman yang tidur di laptop. Ini bikin kamu percaya: mereka juga manusia biasa.

3. Biografi Tersembunyi

Banyak cerita belum pernah diterbitkan. Walter Mosley cerita ditolak 148 kali sebelum terbit. David Baldacci jadi penulis sambil jadi pengacara. Ini obat mujarab untuk penulis yang patah semangat.

Kekurangan yang Tidak Dibicarakan

1. Zero Feedback dan Interaksi

Ini paling fatal. Tidak ada instruktur yang baca naskahmu. Tidak ada peer review yang kualitasnya terjamin. Komunitas forum sepi seperti kuburan. Kalau kamu butuh koreksi langsung, lupakan.

MasterClass itu seperti belajar renang dari YouTube. Kamu tahu teorinya, tapi tidak tahu apakah teknikmu benar sampai kamu tenggelam.

2. Tidak Ada Konteks Indonesia

Mereka ngajari pasar Barat. King bahas query letter ke agent Amerika. Atwood bahas grant sastra Kanada. Untuk penulis Indonesia yang mau terbit di Gramedia atau mau monetize di Wattpad, kamu harus translate sendiri strateginya.

3. Bahasa Inggris Tanpa Ampun

Subtitle hanya tersedia dalam bahasa Inggris. King ngomong dengan aksen Maine yang berat. Gaiman pake kosakata tingkat tinggi. Kalau kamu English level intermediate ke bawah, 30% materi akan hilang.

Baca:  5 Kursus Online Termurah Untuk Belajar Ui/Ux Dari Nol (Update 2025)

Relevansi untuk Penulis Indonesia: Kriteria Kemenangan

Saya buat framework sederhana berdasarkan pengalaman 200+ murid saya:

Tipe PenulisRelevansiAlasan
Penulis Fiksi Inggris (self-publish)⭐⭐⭐⭐⭐Langsung aplikasikan. Pasar Amazon KDP sangat cocok.
Penulis Fiksi Indonesia (tradisional)⭐⭐⭐☆☆Berguna untuk teknik, tapi pasar beda. Perlu adaptasi.
Content Writer/Blogger⭐⭐☆☆☆Terlalu fiksi-focused. Cari kelas copywriting atau content marketing.
Penulis Pemula (0 pengalaman)⭐☆☆☆☆Buang uang. Mulai dari kursus lokal atau baca buku dahulu.

Kasus Nyata: Murid Saya yang Sukses

Rani (nama samaran) penulis Wattpad. Dia ikut kelas Neil Gaiman, terapkan teknik composting ideas. Hasilnya: ide-ide lama dia yang tidak terpakai digabung jadi satu, jadi novel fantasi yang sekarang dibaca 2 juta kali. Tapi dia bilang, “Saya harus translate semua ke konteks kerajaan fiksi Indonesia, Bu.”

Alternatif Lokal yang Perlu Dipertimbangkan

Sebelum swipe kartu, cek ini dulu:

  • Kelas Menulis Fiksi Re:On Comics (Rp 300-500 ribu): Fokus novel grafis dan fiksi Indonesia, ada feedback langsung.
  • Kelas di The Jakarta Post Writing Center (Rp 1-2 juta): Bahasa Inggris tapi konteks Indonesia kuat, ada live session.
  • Workshop menulis di Goodreads Indonesia atau Komunitas Penulis (Gratis-Rp 200 ribu): Networking lokal, feedback real-time.
  • Buku “On Writing” by Stephen King (Rp 150 ribu): 70% materi kelas King ada di sini. Hemat Rp 2,6 juta.

Keputusan Akhir: Saya Rekomendasikan Jika…

Kamu harus bayar $180 jika:

  1. English kamu minimal Upper-Intermediate (IELTS 6.5+ atau TOEFL 80+).
  2. Kamu sudah menyelesaikan minimal 1 naskah (paham dasar plotting, karakter).
  3. Tujuanmu adalah menulis fiksi Inggris (self-publish atau submit ke agent internasional).
  4. Kamu punya disiplin tinggi dan tidak butuh deadline eksternal.
  5. $180 itu 5% atau kurang dari pendapatan bulananmu. Jika lebih, prioritaskan kebutuhan lain.

Jika tidak memenuhi 3 dari 5 poin di atas, tunda dulu. Investasikan waktu dan uang di alternatif lokal. Tunggu levelmu naik, baru ambil MasterClass sebagai “upgrade mindset”.

Tips Maximize Value Jika Sudah Beli

Kalau kamu sudah terlanjur langganan, ini cara saya ekstrak semuanya:

  • Nonton 1 video per hari, jangan marathon. Tiap video, catat 1 action item.
  • Bentuk study group (3-5 orang) di Discord. Tiap minggu bahas 1 kelas. Jadi ada peer feedback.
  • Terapkan 1 teknik ke naskah Indonesia dalam 48 jam setelah nonton. Jangan hanya teori.
  • Download semua workbook dan print. Isi exercise-nya, jangan hanya baca.

Ingat: MasterClass bukan magic pill. Dia adalah benih bagus. Tapi kamu yang harus tanam, siram, dan rawat dengan kerja keras.

Kesimpulan: MasterClass Writing Courses adalah masterclass untuk mindset, bukan skill. Cocok untuk penulis Indonesia level menengah yang mau go international. Untuk pemula atau yang fokus pasar lokal, ada opsi lebih murah dan lebih tepat.

Semoga review ini membantu keputusanmu. Kalau masih ragu, tanya di kolom komentar atau DM saya. Selalu happy to help fellow writers!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Review Hootsuite Social Marketing Certification: Layak Dibeli Atau Tidak?

Pernah ngerasa bingung lihat lowongan kerja “Social Media Manager” yang minta segudang…

Review Meta Social Media Marketing Coursera: Layak Atau Tidak?

Sebagai praktisi yang hampir setiap hari berurusan dengan ads manager dan content…

10 Kursus Digital Marketing Terbaik Di Coursera (Update 2025)

Bingung mau mulai belajar digital marketing dari mana? Udah buka tab Coursera…

5 Kursus Online Termurah Untuk Belajar Ui/Ux Dari Nol (Update 2025)

Belajar UI/UX itu nggak harus bikin kantong bolong. Gue tau banget rasanya—pengen…